Menkominfo soal Path ditutup: Wajar, itu masalah kompetisi

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menanggapi ditutupnya aplikasi media sosial Path. Kata dia, hal itu biasa. Pasalnya, ini adalah bicara soal bisnis dan kompetisi antarmedia sosial.

“Itu masalah kompetisi, itu wajar sajalah. Kalau udah nyerah ya sudah,” kata Rudiantara saat ditemui di kantornya, Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Chief RA ini mengatakan, platform media sosial apapun, seharusnya selalu mengikuti dinamika yang diinginkan oleh masyarakat.

“Jadi harus ikuti dinamika masyarakat. Masyarakat maunya apa,” ungkapnya.

Misalnya saja isu terkait dengan hoaks. Isu ini sering melanda media sosial atau bahkan aplikasi perpesanan instan. Tentu saja, para pengguna tak ingin termakan oleh informasi yang tidak begitu jelas sumbernya.

“WhatsApp contoh deh. Mereka itu merespon dengan fitur forward. Itu artinya bukan asli dibuat oleh si pengirim. Mereka pun terus memperbaharui fiturnya,” jelasnya.

Path sendiri, dianggapnya, fitur tak berubah. Tiada hal yang baru didapatkan dari penggunanya. Sehingga wajar pelan-pelan mulai ditinggalkan penggunanya dan beralih ke media sosial lainnya. Tidak seperti media sosial lainnya semacam Facebook, Twitter, maupun Instagram.

“Seperti Facebook misalnya. Proses pembaharuan fiturnya dengan cara mengakusisi startup sesuai dengan kebutuhan mereka. Itu jalur yang paling cepat,” terang dia.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.